Sabtu, 01 September 2012

Pendidikan Sebaya

Pendidikan Sebaya merupakan salah satu strategi untuk mengurangi prilaku berisiko dan penyakit berbahaya pada remaja khususnya HIV dan AIDS. Pendidikan Sebaya bukan hanya di arahkan pada kelompok siswa, tapi juga pada kelompok beresiko. misalnya, yang beresiko tertular HIV dan AIDS, hepatitis maupun IMS.
dalam perkembangannya, Pendidikan sebaya mulai dikembang oleh berbagai LSM dan PMI pun juga mulai mengembangkan hal ini.

Pendidikan sebaya mampu membuktikan bahwa dengan adanya peningkatan pengetahuan pada siswa-siswi mampu mengurangi resiko tertular dan terkena penyakit-penyakit berbahaya.
ada beberapa hal yang perlu di perhatikan pada program pendidikan sebaya "dikutip dari modul Pelatihan Pendidik Remaja Sebaya PMI" antara lain:
  • program yang benar-benar pada sasaran kelompok beresiko 
  • Program secara konsisten membuat rencana tindak lanjut dan dukungan kepada pendidik sebaya
  • Program dilaksanakan dengan memperhatikan cakupan sasaran yang dapat berdampak pada populasi tersebut
  • program menggunakan pendekatan keterampilan hidup 
a. Definisi Pendidikan Sebaya
berdasarkan terminologinya ,pendidikan sebaya dapat kita pahami setelah memahami terminologi berikut:

B.1 Teman Sebaya
       Teman sebaya adalah anggota kelompok yang mempunyai kesamaan karakteristik. Misalnya, orang yang sama usianya dan alatar belakangnya, atau yang melakukan pekerjaan yang sama, memiliki gaya hidup, pengalaman atau pemahaman yang sama atau serupa.

B.2 Semi-teman Sebaya
     Seorang yang mempunyai banyak kesamaan karakteristik dengan teman sebaya, tetapi terdapat perbedaan dalam beberapa hal. misalnya agak lebih tua atau tidak lagi termasuk dalam kelompok sosial yang sama. Misalnya, bekas pengguna narkoba suntik bertindak sebagai "semi-teman sebaya bagi pengguna narkoba lain yang masih aktif.

B.3 Pendidikan Sebaya HIV 
         Suatu proses yang meliputi penyaringan, pelatihan dan pemberian dukungan kepada anggota kelompok tertentu untuk memdidik para teman sebaya tentang HIV dan hal-hal lain yang terkait. dalam program pendidikan teman sebaya, kelompok teman sebaya dapat dikenal sebagai kelompok atau populasi sasaran, penerima manfaat atau populasi penerima manfaaat.

B.4 Pendidik Sebaya 
       Seorang yang termasuk dalam kelompok sebaya yang telah dilatih untuk membawa perubahan dalam pengetahuan, sikap, keyakinan dan prilaku pada tingkat orang-per orang diantara teman sebayanya. Pendidik sebaya mendukung orang lain, teman sebaya, untuk membuat berbagai keputusan tentang pencegahan HIV, temasuk pemakaian kondom, membuat keputusan berdasarkan informasi dan bertanggu jawab tentang hubungan seks atau menunda usia untuk pertamaq kali melakukan hubungan seks, mengetahui status HIV, pasangan seks, pengguna narkoba suntik secara aman, dan lainnya.

B.5 Teman Sebaya Sekunder
         Teman sebaya sekunder adalah teman yang seringkali berhubungan dengan kelompok sasaran tetapi bukan sebgai pendidik sebaya yang sebenarnya. teman sebaya sekunder dapat dilatih sebagai pendidik sebaya. Misalnya, dalam hal pengemudi truk, tukang parkir dan montir pada lintas batas sudah menjadi pendidik seby, karena lebih sering berhubungan dengan pengemudi truk dibanding antar pengemudi itu sendiri.

B.6 Pendidikan Sebaya Formal
        Pendidikan sebaya formal adalah kontak formal berulang kali oleh seorang pendidik sebaya, yang terlatih dengtan satu kelompok yang beranggotakan sampai dengan 20 teman sebaya melalui sesi pertemuan yang dijadwalkan dan melibatkan partisipasi aktif dari kelompok tersebut. hal ini dapat dilakukan dimanapun, misalnya, di ruang kelas, di tempat kerja atau di tempat pertemuan komunitas. 

B.7 Pendidikan Sebaya Informal 
           Suatu proses interaksi tatap muka berulang kali dengan kelompok kecil oleh seorang pendidik sebaya yang terlatih dengan kelompok teman sebaya yang dilakukan melalui berbagai bentuk dan metode. Disebut pendidikan sebaya informal karena pendidik sebaya biasanya melakukan pendidikan dengan mengggunakan pelatihan untuk membahas topik tertentu dan mendukung prilaku yang aman.
Sumber:Modul Pelatihan Pendidik Remaja Sebaya.Palang Merah Indonesia

P3RS.Sabtu/01092012/21.40 

Jumat, 31 Agustus 2012

“POTRET MASALAH REMAJA DI KOTA MAKASSAR”


    Persahabatan, Pergaulan, dan Lingkungan Sekolah
 “Sahabat itu ibarat tangan dan mata. Kalau mata menangis maka tangan menghapusnya, dan jika tangan terluka maka mata pun menangis “. Itulah ungkapan yang memiliki makna yang sangat mendalam di dalam dunia persahabatan. Tentunya setiap orang pasti ingin memiliki seorang teman ataupun sahabat yang selalu ada di saat kita bersedih maupun gembira. Kita selalu mendambakan suasana yang harmonis dengan teman atau sahabat kita . dan kita juga selalu berharap supaya kita di berikan seorang teman yang mau mengerti dan menerima kita apa adanya. Jika kita mengharapkan teman yang seperti itu tentunya kita harus memperbaiki sifat dan tingkah laku kita .
     Dizaman yang sudah maju ini, banyak sekali remaja-remaja yang terjerumus dalam  lembah kemaksiatan (pergaulan bebas). Semua itu di sebabkan karena mereka salah dalam melakukan pergaulan dengan teman-teman di sekelilingnya. Ada remaja yang mengajak teman-temannya untuk melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain. Dan ada juga remaja yang mengajak teman-temannya untuk melakukan tindakan yang melanggar norma-norma agama. Inilah akibatnya jika seseorang tidak pandai dalam bergaul dan mencari teman . Oleh karena itu untuk mendapatkan teman yang baik, alangkah baiknya jika kita meninggalkan kebiasaan buruk yang sering kita lakukan dan belajarlah untuk menghargai seorang teman maupun sahabat. Karena seorang sahabat yang baik itu adalah yang mau memberikan motivasi terhadap temannya untuk melakukan hal-hal yang berdampak fositif. Persahabatan itu juga memiliki dampak positif dan negatif . Dampak positifnya yaitu mereka saling memberi kan motivasi untuk melakukan hal-hal yang bermamfaat. Sedangkan dampak negatifnya mereka saling mempengaruhi untuk melakukan hal-hal yang berdampak  buruk.
    Salah satu tempat remaja untuk mendapatkan teman ataupun sahabat yaitu melalui dunia maya. Dalam dunia maya bukan hanya remaja saja yang bisa memamfaatkannya tapi juga orang tua. Remaja memanfaatkannya untuk mencari teman sedangkan sebagian orang tua memamfaatkannya sebagai tempat untuk berbisnis. Di dunia maya semua remaja bisa saling berkomunikasi meskipun jaraknya terlalu jauh. Contohnya saja remaja dari Makassar berkomunikasi dengan remaja yang ada di Jakarta. Kemudian  salah satu penyebab kenakalan remaja adalah melalui dunia maya. Karena di dalam dunia maya itu terdapat banyak sekali hal-hal yang tidak pantas di lihat oleh remaja tetapi remaja melihatnya . Contoh kecil yaitu, foto-foto artis yang tidak mengenakan sehelai benangpun untuk menutupi tubuhnya. Jadi setelah remaja melihat hal-hal yang demikian , mereka pasti memiliki rasa ingin tahu yang lebih dan akhirnya mereka tidak sadar telah melakukan hal-hal yang di larang oleh agama. Melalui dunia maya seseorang juga bisa melakukan kejahatan yang merugikan banyak orang. Contohnya seorang hacker yang membobol kartu ATM seseorang.
    Pergaulan remaja sekarang ini boleh tergolong sangat memperihatinkan, karena banyak remaja yang rusak gara-gara pergaulannya dengan teman-teman sebayanya . Banyak remaja yang melakukan seks bebas, merokok, mencuri, minum-minuman keras dan terlibat dalam kasus narkoba. Faktor penyebab utama dari hal-hal tersebut adalah faktor dalam pergaulan, dan kurangnya media yang patut di jadikan contoh yang baik untuk remaja sekarang ini. Kebanyakan media sekarang ini baik dari koran, majalah, maupun televisi memberikan tayangan yang jelas-jelas bisa mempengaruhi para remaja untuk melakukan hal-hal yang negatif. Dalam bergaul memang remaja kadang mudah terpengaruhi oleh teman-temannya karena adanya faktor “gengsi’. Gengsi itu merupakan istilah remaja jaman sekarang ini. Jika mereka tidak melakukan hal-hal seperti yang di lakukan oleh teman sebayanya biasanya mereka di hina dan akhirnya merekapun terpengaruh dan ikut dalam pergaulan yang dilakukan teman-temannya. Bahkan ada juga yang di ancam jika tidak mau mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh teman-temannya.
     Melihat kondisi seperti ini pihak keluarga maupun pihak sekolah harus mengambil tindakan yang tepat. Karena jika di biarkan terus – menerus maka akan berakibat buruk bagi para remaja sekarang ini. Orang tua harus mengawasi dan mengontrol anak-anaknya supaya tidak mudah terpengaruh dari lingkungan luar yang tidak baik untuk di jadikan contoh . Begitu halnya dengan pihak sekolah , pihak sekolah harus benar-benar mempertegas tindakan – tindakan siswa yang melanggar aturan sekolah ,misalnya merokok. Sekarang ini perokok dalam kalangan remaja boleh di bilang sangat banyak di bandingkan dengan perokok dari kalangan orang tua. Remaja mulai mengkomsumsi rokok jika mereka terpengaruhi oleh teman sebayanya yang kebanyakan merokok. Sehingga remaja sekarang sudah banyak yang kecanduan oleh rokok tersebut.
     Dengan melihat masalah – masalah di atas , disinilah peran seorang sahabat terhadap temannya. Yaitu saling memberikan motivasi agar teman tersebut tidak terjerumus dalam jalan yang salah. Seorang sahabat harus saling membantu satu sama lain agar supaya tidak terjadi hal-hal yang berdampak negatif terhadap temannya. Sahabat itu merupakan teman yang memberikan contoh yang baik terhadap sahabatnya dan selalu memberikan motivasi untuk melakukan sesuatu yang berguna untuk kehidupan di masa depan .
Rasulullah bersabda : “Tolong menolonglah kamu dalam perbuatan baik dan taqwa dan janganlah kamu tolong menolong dalam berbuat kemungkaran”
Maksudnya adalah kita harus tolong menolong untuk perbuatan yang baik dan  jangan kita tolong menolong untuk melakukan hal-hal yang tidak baik .
Mudah – mudahan apa yang menjadi faktor dari kenakalan remaja bisa teratasi dengan cara, kita memberikan motivasi yang lebih agar supaya mereka tidak terjerumus dalam hal – hal yang berbau negatif. Semoga para remaja dapat menyadari bahwa pergaulan yang mereka lakukan itu memiliki dampak yang negatif bagi kehidupannya. Kita para remaja harus saling memotivasi para teman – teman kita agar selalu berada dalam pergaulan yang baik. Kalau bukan kita yang merubah diri sendiri siapa lagi ? kalau bukan sekarang kapan lagi ?. karena tampa kesadaran kita, pasti tidak akan ada perubahan yang di hasilkannya. Jadi mulai dari sekarang ini marilah kita semua saling membantu untuk memotivasi teman – teman, sahabat, dan remaja – remaja yang sedang terpengaruhi dari lingkungan yang membahayakan kehidupannya. Dangan adanya kemauan pasti kita bisa menemukan suatu jalan yang bisa merubah sifat dan tingkahlaku remaja – remaja yang ada di Indonesia .                                                                                               
Pesan : Mari kita saling bahu membahu untuk memajukan negeri kita dari kenakalan remaja yang     sudah meraja lela. Dengan cara berikanlah dukungan, baik dari orang tua, teman, sahabat, maupun lingkungan sekolah."oleh: Suherman, siswa SMA Pesantren Immim Putra Makassar"


Tulisan diatas merupakan Karya Essai pada Perlombaan Penulisan Essai  tingkat PMR-WIRA Se-Kota Makassar yang diadakan oleh P3RS KSR PMI UNHAS pada tahun 2010

Mengenal Lebih Dekat P3RS



Pusat Pengembangan Pendidikan Remaja Sebaya atau lebih dikenal dengan "P3RS" merupakan salah satu badan yang dimiliki oleh KSR PMI Unhas. P3RS telah didirikan beberapa tahun lalu dan saat ini sudah mengadakan beberapa kegiatan pelatihan dan pembinaan.

Salah satu bentuk pelatihan yang pernah di lakukan adalah pelatihan "Training Of Fasilitator" yang merupakan pelatihan yang diperuntukkan untuk relawan KSR PMI Unit PT Se-Kota Makassar dengan mengusung Tema “Bersama Meningkatkan Generasi Muda Yang Sehat”.


Kegiatan lain yang dilaksanakan oleh P3RS adalah "Youth Peer Camp" yang merupakan kegiatan perkemahan dengan mengikutsertakan siswa-siswi SMA Se-Kota Makassar sebagai peserta yang di isi dengan perlombaan dari berbagai bidang seni dan keilmuan serta kepalangmerahan.


Dengan adanya P3RS ini diharapkan mampu menjadi penggerak untuk memberikan kepedulian kepada remaja sebaya baik secara nasional maupun Internasional nantinya. P3RS diharapkan mampu mencetak komunitas remaja peduli baik secara sosial maupun dalam bidang kesehatan sehingga mampu menuju indonesia sehat yang memiliki generasi Unggulan.






P3RS.Jumat/31082012/19.00